Kedutan....??!
Seringkali bagian tubuh kita mengalami getaran-getaran kecil, biasanya yang umumnya terjadi adalah di daerah mata. Dalam istilah sehari-hari kita mengenalnya dengan nama "kedutan".
Banyak yang menafsirkan kedutan adalah pertanda akan adanya sesuatu, firasat akan terjadinya suatu hal, dan tak jarang firasat-firasat tersebut oleh sebagian orang diyakini kebenarannya.
Entahlah kita harus percaya bahwa itu hanya sebuah mitos atau kebetulan belaka yang jelas menurut analisa dari segi kesehatan, kedutan (contoh pada mata) terjadi mungkin disebabkan oleh kejadian-kejadian dari dalam tubuh manusia itu sendiri faktor-faktor akibat kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk (kurang istirahat), gangguan saraf motorik, faktor keturunan, trauma atau bahkan stress (sumber : dokter sehat).
Pendapat mata kedutan akibat kurang istirahat atau sedang dilanda stress di perkuat juga oleh penelitian para ahli yang menyebutkan bahwa gerakan tak sadar yang diberikan oleh bagian tubuh anda ini menandakan bahwa tubuh anda kurang beristirahat dan tidur. Para ahli kesehatan sepakat, 99% kekejangan pada mata disebabkan karena tubuh anda didera stress dan lelah yang amat sangat. Menurut mereka tidak ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk menghentikan kedutan pada mata ini selain membiarkan tubuh dan mata anda untuk beristirahat. Mengompres mata anda dengan air hangat untuk beberapa saat juga sangat membantu.
Adanya anggapan orang Indonesia pada umumnya yang menyatakan kedutan adalah pertanda atau firasat akan terjadinya sesuatu hal tidak bisa dilepaskan dari kata MITOS!! Mitos seolah-olah menjadi suatu kata yang selalu melekat dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kedutan seperti halnya mimpi bagi sebagian orang ditafsirkan sebagai pertanda, misalnya kedutan mata kanan akan mendapatkan rejeki atau kesenangan, kedutan mata kiri pertanda bahaya, kedutan di bibir akan menangis dan sebagainya. Bagi sebagian orang yang tidak pernah percaya mungkin akan menafsirkannya sebagai suatu kebetulan belaka dan beberapa lainnya sangat meyakini akan pertanda tersebut.
Menurut pendapat pribadi, saya mungkin berada di tengah-tengah, antara percaya dan tidak percaya, saya adalah orang yang tidak terlalu percaya mitos dan hal-hal yang tidak real dicerna secara logika, akan tetapi kalau suatu pertanda seperti kedutan itu sering terjadi dan seringkali benar, ketidakpercayaan itu akan sedikit dibimbangkan. Sekuat hati meyakinkan diri kalau kedutan itu adalah kebetulan belaka, mencoba tidak mengaitkan dengan kejadian yang bakal terjadi apapun, mencoba membuang semua pikiran (sugesti) yang bisa mengakibatkan kita jadi musyrik, meyakini hal-hal di luar ketentuan Alloh.
Seringkali berusaha mengelak dan tidak mempercayainya namun seringkali gagal karena ternyata "kedutan" itu memang akhirnya menjadi tanda, kalau sudah seperti ini saya masih mencoba untuk berpikir dan menolak membenarkan kejadian tersebut dan serta merta dalam hati saya berkata bahwa ini adalah ulah Syaitan yang mencoba mengganggu dan terus menjerumuskan saya untuk berbuat musyrik. Bukankah syaitan laknatulloh adalah makhluk yang selalu membuat manusia agar menyimpang dari aturan dan ketentuan Ilahi, membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar?
Entahlah...sampai detik ini saya masih berada di grey area alias abu-abu untuk urusan ini. Bagi saya pribadi, adanya pertanda itu hanya akan dijadikan pengalaman pribadi tidak perlu dipercaya berlebihan yang akan menjerumuskan kita ke arah musyrik. Maksudnya, jika memang pertanda itu sering terjadi, kalau pertanda baik yang muncul kita sikapi wajar, dapat rejeki kita bersyukur kalau memang rejeki itu tidak datang juga kita harus bersyukur (toh setiap saat kita selalu mendapat limpahan rejeki dari Alloh yang tidak ternilai harganya) dan jika memang pertanda yang muncul adalah sebuah warning kita bisa lebih waspada dan segera mempersiapkan segala sesuatunya agar saya bisa siap menerima karena musibah juga datangnya dari Alloh.
Entahlah...sekali lagi penulis masih berada di grey area....
